Bahasa Indonesia di SMP Sulawesi Selatan dalam Perspektif Culturally Responsive Teaching Ber-muatan Nilai Kearifan Lokal Bugis
Abstract
This study aims to describe and analyze Indonesian language learning in junior high schools in South Sulawesi from a Culturally Responsive Teaching (CRT) perspective incorporating Bugis local wisdom. The study employed a qualitative descriptive-analytical approach. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and analysis of instructional documents. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Indonesian language learning has reflected CRT principles; however, its implementation remains partial and lacks systematic planning. The integration of Bugis local wisdom values, such as sipakatau (mutual respect), lempu’ (honesty), getteng (steadfastness), and siri’ na pacce (sense of shame and social empathy), is evident in instructional materials, speaking activities, and culturally grounded language practices emphasizing politeness and communicative ethics. CRT-based learning incorporating local culture enhances students’ engagement, comprehension, confidence, and positive attitudes toward learning. These findings highlight the importance of strengthening teachers’ competencies and developing culturally based instructional materials to promote meaningful, contextual, and sustainable learning.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Sulawesi Selatan dari perspektif Culturally Responsive Teaching (CRT) yang bermuatan nilai kearifan lokal Bugis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta analisis dokumen pembelajaran. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia telah mengarah pada prinsip CRT, namun implementasinya masih bersifat parsial dan belum terencana secara sistematis. Integrasi nilai kearifan lokal Bugis, seperti sipakatau (saling menghargai), lempu’ (kejujuran), getteng (keteguhan), dan siri’ na pacce (rasa malu dan empati sosial), tampak dalam pemilihan materi, aktivitas berbicara, serta praktik kebahasaan yang mencerminkan kesantunan dan etika komunikasi. Pembelajaran berbasis CRT bermuatan budaya lokal terbukti meningkatkan keterlibatan, pemahaman, kepercayaan diri, dan sikap positif peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru serta pengembangan perangkat ajar berbasis budaya lokal untuk mewujudkan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akhir, M. (2025). Integrasi nilai kearifan lokal Bugis dalam pembelajaran bahasa. Jurnal Pen-didikan dan Kebudayaan Lokal, 7(1), 45–58.
Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2021). Research methods in education (8th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203029053
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Djokowidodo, A., Suwandi, S., & Ekowardani, N. (2025). Implementation of culturally re-sponsive teaching. Proceedings of the International
Conference on Humanities and So-cial Sciences, 4, 112–121. https://doi.org/10.4108/eai.11-12-2024.2361325
Gay, G. (2021). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Profil pelajar Pancasila.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan pengem-bangan perangkat ajar Kurikulum Merdeka.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (2021). The constructivist credo. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315149383
McKenney, S., & Reeves, T. C. (2023). Conducting educational design research (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315119256
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2023). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Muchson, M., & Widyartono, D. (2025). Praktik pembelajaran berbicara Bahasa Indonesia di SMP. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 13(2), 89–103.
Palinkas, L. A., Aarons, G. A., Horwitz, S., et al. (2021). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis. Administration and Policy in Mental Health, 48(1), 62–75. https://doi.org/10.1007/s10488-020-01034-0
Plomp, T. (2021). Educational design research: An introduction. In T. Plomp & N. Nieveen (Eds.), Educational design research (pp. 11–50). SLO.
Putri, A. Y., & Aisyah, D. L. (2025). Pendekatan culturally responsive teaching. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 5(2), 134–146.
Richey, R. C., & Klein, J. D. (2022). Design and development research. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203088364
Rimang, S. S., Usman, H., & Mansur, M. (2024). Implementasi culturally responsive teaching berbasis konteks lokal. Language: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(4), 158–166.
Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers (4th ed.). SAGE Publica-tions.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susrawan, I. N. A., et al. (2025). Pengembangan bahan ajar berbicara berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 58(1), 23–35.
Ulviani, M. (2024). Pembelajaran terdiferensiasi untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 13(2), 502–510.
Ulviani, M. (2025a). Pendidikan karakter gen-alpha dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. https://doi.org/10.5281/zenodo.17606321
Ulviani, M. (2025b). Transformasi pendidikan karakter gen-alpha melalui pendekatan multiliterasi. https://doi.org/10.5281/zenodo.17627143
Ulviani, M., & Rimang, S. S. (2021). Peningkatan kemampuan membaca dengan metode card sort. International Journal of Educational Research, 3(2), 150–162.
Ulviani, M., Rimang, S. S., & Kemala, R. (2025). Meaningful learning innovation to enhance students’ creativity. ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra, 3(2), 33–37.
Villegas, A. M., & Lucas, T. (2022). Preparing culturally responsive teachers. Journal of Teacher Education, 73(2), 115–128. https://doi.org/10.1177/00224871211052930
Widiastuti, R., Faizah, H., & Elmustian, E. (2024). Potensi kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa. Anterior Jurnal, 23(3), 134–144.
Refbacks
- There are currently no refbacks.



3.png)