Eksplorasi Makna dan Nilai dalam Puisi Mantra Bakbrung Hariang Banga

Yessi Hermawati, Yayat Sudaryat, Retty Isnendes, Usep Kuswari, Dede Kosasih

Abstract

This study aims to analyze the meaning of the Bakbrung Hariang Banga mantra poem using the pancacuriga approach and to examine its implications for character development in the eight-dimensional graduate profile. Research data were collected through observation, interviews, and documentation of mantra poems from the Cigugurgirang Village community. Data analysis was conducted qualitatively using the pancacuriga semiotic method, which includes five elements of interpretation: silib, sindir, symbol, siloka, and sasmita. The results show that each element of pancacuriga manifests religious, moral, social, and cultural values that are rich in meaning in the mantra poem text. These findings also reveal the connection between the symbolic meaning of mantra poetry and the dimensions of faith, critical reasoning, independence, and communication in the profile of deep learning graduates. The main contribution of this research is the development of the pancacuriga semiotic analysis approach as a comprehensive method in oral literature studies as well as an ethnopedagogical medium for character education based on local wisdom.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna puisi mantra Bakbrung Hariang Banga menggunakan pendekatan pancacuriga serta mengkaji implikasinya terhadap pengembangan karakter dalam profil lulusan delapan dimensi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi teks puisi mantra dari masyarakat Desa Cigugurgirang. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode semiotik pancacuriga yang meliputi lima unsur interpretasi: silib, sindir, simbol, siloka, dan sasmita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing unsur pancacuriga memanifestasikan nilai-nilai religius, moral, sosial, dan kultural yang kaya makna dalam teks puisi mantra. Temuan ini juga mengungkap keterkaitan makna simbolik puisi mantra dengan dimensi keimanan, penalaran kritis, kemandirian, dan komunikasi dalam profil lulusan pembelajaran mendalam. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan pendekatan analisis semiotik pancacuriga sebagai metode yang komprehensif dalam kajian sastra lisan sekaligus sebagai media etnopedagogik untuk pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.

Keywords

values of character education; bakbrung art; structural and semiotics; pancacuriga

Full Text:

PDF

References

Ahmadi, A. (2019). Metode Penelitian Sastra Perspektif Monodisipliner dan Interdisipliner. Graniti.

Alfaris, L., Baehaqie, I., & Yuniawan, T. (2025). Makna Ritual dan Simbolik dalam Mantra Brendung : Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra, 8(2), 233–240.

Bahardur, I., & Ediyono, S. (2017). Unsur-Unsur Ekologi dalam Sastra Lisan Mantra Pengobatan Sakit Gigi Masyarakat Kelurahan Kuranji. 1(2), 24–30). Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya, 1(2), 24–30.

Budiman, K. (2005). Ikonisitas: Semiotika Sastra dan Seni Visual. Buku Baik.

Diki. (2022). Struktur dan Makna pada Mantra Perepi dalam Adat Perkawinan Suku Dayak Mualang. IKIP PGRI PTK.

Hidayat, M. (2018). Tafsir Harfiah Puisi Kontemporer Indonesia. Yogyakarta: PT Citra Aji Parama. PT Citra Aji Parama.

Hidayatullah, D. (2016). Struktur, Bentuk, dan Fungsi Mantra Abal. Sirok Bastra, 4(2), 161–174.

Irawan, S. F. M. W. D. (2023). Nilai Moral Pada Kumpulan Puisi Mantra Sang Nabi Karya Edy Samudra Kertagama. Jurnal Griya Cendikia, 8(1), 417–426.

Isnaini, H. (2023). Representasi Tradisi dan Modernitas pada Antologi Puisi Mantra Orang Jawa Karya Sapardi Djoko Damono. Deiksis, 15(2), 145. https://doi.org/10.30998/deiksis.v15i2.16939

Isnendes, C. R. (2010). Kajian Sastra Aplikasi Teori Dan Kritik Pada Karya Sastra Sunda dan Indonesia. Daluang Publishing.

Isnendes, R. (2014). Estetika Sunda Sebagai Bentuk Kearifan Lokal. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 1(2), 194–206.

Koswara, D. (2013). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Bangsa Dalam Carita Pantun Mundinglaya Di Kusumah : Kajian Struktural-Semiotik Dan Etnopedagog. METASASTRA, 6(2), 33–48. https://doi.org/10.26610/metasastra.2013.v6i2.33-48

Kurniasih, K., Nurjanah, N. N. N., Isnendes, R., & Firdaus, W. (2023). Makna Konotatif dalam Puisi Bahasa Sunda yang Berjudul “Do’a Pikeun Guru” Karya Kustian. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2).

Maghfiroh, A., & Wilyanti, L. S. (2022). Mitos Kredo Puisi Sutardji Calzoum Bachri dalam Penulisan Puisi Mantra (Kajian Mitologi Roland Barthes). Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia, 4(2), 83–89. https://doi.org/10.33751/jsalaka.v4i2.6803

Marmoah, A. A. S. (2025). Dampak Perubahan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Menjadi 8 Dimensi Profil Lulusan Pada Guru di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 11(4), 235–243.

Ningrum, D. S. (2018). Inventarisasi Puisi Mantra di Kecamatan Situraja Kabupatén Sumedang (Ulikan Struktural). Lokabasa, 9(2), 114–123.

Numertayasa, W., Putu, N., Yanti, D., Komang, I., & Kusuma, N. (2025). Program “GSS Cendekia”: Wujud Implementasi Dimensi Kesehatan Dalam 8 Dimensi Profil Lulusan Siswa Pada Pembelajaran Mendalam. Madaniya, 6(4), 2783–2792. https://madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/1516

Pradopo, D. (2012). Pengkajian Puisi. Gadjah Mada University Press.

Putri, Priyadi, A. T., & Seli, S. (2019). Kajian Semiotik Mantra Penawar Anak-Anak Masyarakat Melayu Sambas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 8(9), 1–11.

Ratna, N. K. (2014). Peranan Karya Sastra, seni, dan Budaya dalam Pendidikan Karakter. Pustaka Pelajar.

Resviya. (2019). Analisis Semiotik Mantra Pengobatan pada Masyarakat Dayak Bakumpai Di Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah. MERETAS, 6(2), 9–25.

Rusyana, Y. (1970). Bagbagan Puisi Mantra Sunda. Projek Penelitian Pantun dina Folklore Sunda.

Sari, E., Salim, S. A. F., Sulistiani, T., Prasetyo, E. H., & Suyitno. (2025). Peran Kepemimpinan Berdiferensiasi Kepala Sekolah dalam Mewujudkan 8 Dimensi Profil Capaian Lulusan Pembelajaran Mendalam Elmiya Sari, Shovi Andi Fariz Salim, Tutut Sulistiani, Eko Hadi Prasetyo, Suyitno. Journal Educatione: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(1), 1–21.

Satinem. (2023). Apresiasi Puisi: Teori, Pendekatan dan Aplikasi. Deepublish Digital.

Sauri, S., Trisnawati, T., & Rohenah, R. (2023). Struktur Dan Makna Pada Puisi Lama Mantra Perlindungan Masyarakat Malingping Sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra Di Sma. Jurnal Ilmiah Bina Edukasi, 16(2), 139–153. https://doi.org/10.33557/jedukasi.v16i2.2861

Seli, S. (2021). Mantra Tolak Bala Komunitas Dayak Kalimantan Barat: Kajian Semiotik Riffaterre. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 172. https://doi.org/10.31315/jik.v19i2.4326

Sholikah, P. Y., Fitriani, N., & Harpriyanti, H. (2026). Mantra Pengobatan Masyarakat Banjar Di Desa Kuin Besar : Kajian Semiotik Roland Barthes. Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ), 3(1), 189–194.

Siswantoro. (2016). Metode Penelitian Sastra: Analisis Struktur Puisi. Pustaka Pelajar.

Sukardi. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. PT Bumi Aksara.

Sundusiyah, A. E. L., & Sudikan, S. Y. (2024). Budaya Jawa Pada Kumpulan Puisi MANTRA ORANG JAWA Karya Sapardi Djoko Damono (Kajian Hipersemiotika Baudrillard). Sapala, 11(1), 70–83.

Suryalaga, H. (2010). Filsafat Sunda. Yayasan Nur Hidayah.

Teeuw, A. (1983). Menilai dan Membaca Sastra. PT Gramedia.

Tike, L. (2023). Mantra Kaghotino Kalibu (Persiapan Lahan Untuk Bercocok Tanam): Kajian Semiotik Riffaterre. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 8(3), 375–383. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/247

Waluyo, H. (1995). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga. Zaidan,. Erlangga.

Zaidan, A. R., Rustapa, A. K., & Hani’ah. (2007). Kamus Istilah Sastra. Balai Pustaka.

Zoest, A. van. (1980). Fiksi dan Non fiksi dalam Kajian Semiotik. Intermasa.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.