TEKS RITUAL ADAT MBAMA TRADISI GUYUB KULTUR LIO ENDE FLORES NTT

Veronika Genua

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas kajian dalam teks ritual mbama tradisi guyub kultur Lio Ende Flores NTT. Ritual mbama menggambarkan syukuran panen yang dilaksanakan setiap tahun oleh guyub kultur setem- pat. Permasalahan yang diangkat yakni, 1) bagaimanakah bentuk teks ritual mbama pada guyub kultur Lio Ende Flores; 2) bagaimanakah fungsi teks ritual mbama pada guyub kultur Lio Ende Flores; 3) bagaimanakah makna teks ritual mbama pada guyub kultur Lio Ende Flores. Tujuan penulisan ini untuk menemukan dan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna teks ritual mbama pada guyub kultur Lio Ende Flores. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan teks dalam ritual mbama. Teknik pengum- pulan data dilakukan melalui wawancara, catat, rekam , dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni, 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, dan 4) penarikan kesimpulan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa terdapat bentuk dalam teks mbama yakni 1) Fonologi yakni persamaan bunyi vokal dan konsonan pranasal [mb] dan [ng], dan 2) Morfologi meliputi kelompok nomina, verba, adverbia, pronomina , paralelisme, dan repetisi. Fungsi teks meliputi fungsi interpersonal dan fungsi informatif. Selanjutnya makna yang terkandung dalam teks mbama yakni makna religius, makna kebersamaan, makna perlindungan, makna kebersamaan, makna pengharapan, makna permohonan, makna estetika dan makna simbol seperti mota nata “ siri pinang” dan kidhe “ tampah “

Keywords

Teks, mbama, ritual, kata, guyub kultur

Full Text:

PDF

References

Asmalasari, Deviyanti. (2014). Bahasa Ibu Pe- lestarian dan Pesona Sastra dan Buda- yanya. Bandung: Unpad Press.

Anantama, Muharsyan Dewi, and Aditya Setiawan. 2020. “Menggali Makna Nama- Nama Makanan Sekitar Kampus Di Purwokerto.” Jurnal Aksara 32(2): 275–

. Dhamavony, Mariasusai. 1995. Fenomena Agama. Jogjakarta: Kanisius

Jufrizal, Zull Amri, dan Havid Ardi. (2018). Konstruksi Gramatikal Bahasa Minangkabau, Kemasan Makna, Fungsi, dan Nilai Bahasa. Yogyakarta: Erhaka Utama.

Halliday, M.A.K. & Ruqaiya Hasan. (1994). Ba- hasa, Konteks, dan Teks: Aspek-aspek Ba- hasa Dalam Pandangan Semiotik Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada Univers ity Press

Hoed, Benny H. (2008). Semiotika dan Dinamika Sosial Budaya. DEpok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya

Kridalaksana, Harimurti. (2009). Kamus Linguistik.Jakarta: Gramedia

Kurniawati, W. (2014). Reduplikasi Nomina Dalam Bahasa Indonesia: Kajian Sintaksis dan Semantik. Aksara, 26(2), 133-143.

Mbete, Aron Meko.2006. Khazanah Budaya Lio Ende.Jogyakarta: Pustaka Larasan

Miles, M., & Huberman, M. (2014). Qualitative Data Analysis A Method Sourcebook Third Edition (3rd ed.). California: Sage Publications

Ola, Simon Sabon. (2013). Buku Ajar Sosiolinguistik. Kupang: Lembaga

Penelitian Undana

Rahyono, F.X. (2015). Kearifan Budaya dalam Kata. Jakarta: Wedatama Widya Sastra

Sibarani, Robert. (2012). Kearian Lokal, Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan

Sudikan, Setya Yuwana. (2020). Kearifan Budaya Lokal. Sidoarjo: Tankali

Sumarsih, Nanik. (2013). “Tipe- Tipe Reduplikasi Semantis Bahasa Indonesia: Kajian Bentuk dan Makna.” Widyaparwa 41(01): 81–90.

http://hammus.net/widyaparwanew/index.p hp/widyaparwa.

Wendhaningsih, Susi, and Dwiyana Habsary. (2021). “Makna Simbolik Gerak Tari Halibambang.” AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra 22(1): 128–39.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.