Transformasi Nilai Siri' Na Pacce dalam Sastra Digital: Kritik Sastra Interdisipliner
Abstract
This study aims to analyze the representation and transformation of Siri’ na Pacce values in digital literature through the perspective of interdisciplinary literary criticism. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach because the object of study consists of digital literary texts containing cultural representation, social identity, and meaning transformation within digital media contexts. The research data comprise 12 digital literary texts, including digital short stories, online poetry, and literary narratives on social media platforms published between 2020 and 2025. Data collection techniques were conducted through documentation studies and digital tracing using keywords related to Siri’ na Pacce, digital literature, and Bugis-Makassar culture. Data analysis employed content analysis, social semiotics, and hermeneutic interpretation by integrating perspectives from literary studies, cultural studies, and digital media. The findings reveal that Siri’ na Pacce values continue to be represented in digital literature, although they experience transformations in meaning due to the influence of digital culture and social media. The value of siri’, which traditionally emphasized collective honor, shifts toward representations of personal identity and digital existence, while pacce transforms from direct social solidarity into virtual empathy expressed through online interactions. In addition, digital literature presents cultural representations that are more multimodal, interactive, and contextual than conventional literature. This study demonstrates that local wisdom is dynamic and adaptable to technological developments. Therefore, digital literature functions not only as a medium of contemporary literary expression but also as a space for reinterpretation and preservation of local cultural identity in a global society.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi dan transformasi nilai Siri’ na Pacce dalam sastra digital melalui perspektif kritik sastra interdisipliner. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis karena objek kajian berupa teks sastra digital yang mengandung representasi budaya, identitas sosial, dan transformasi makna dalam konteks media digital. Data penelitian berupa 12 teks sastra digital yang terdiri atas cerpen digital, puisi daring, dan narasi sastra media sosial yang dipublikasikan pada berbagai platform digital periode 2020–2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan penelusuran digital (digital tracing) dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan Siri’ na Pacce, sastra digital, dan budaya Bugis-Makassar. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis), semiotika sosial, dan interpretasi hermeneutik dengan mengintegrasikan perspektif sastra, studi budaya, dan media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Siri’ na Pacce tetap direpresentasikan dalam sastra digital, tetapi mengalami transformasi makna akibat pengaruh budaya digital dan media sosial. Nilai siri’ yang sebelumnya berorientasi pada kehormatan kolektif berubah menjadi representasi identitas personal dan eksistensi digital, sedangkan nilai pacce mengalami pergeseran dari solidaritas sosial langsung menjadi empati virtual melalui interaksi daring. Selain itu, sastra digital menghadirkan bentuk representasi budaya yang lebih multimodal, interaktif, dan kontekstual dibandingkan sastra konvensional. Penelitian ini menunjukkan bahwa kearifan lokal bersifat dinamis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, sastra digital tidak hanya menjadi media ekspresi sastra kontemporer, tetapi juga menjadi ruang reinterpretasi dan pelestarian identitas budaya lokal dalam masyarakat global.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abidin, Z., & Hidayat, R. (2021). Local wisdom in digital literature: Cultural transformation in the era of new media. Humaniora, 33(2), 155–167. https://doi.org/10.22146/jh.v33i2.65432
Ahimsa-Putra, H. S. (2019). Siri’ na pacce: Cultural values and social identity in Bugis-Makassar society. Humaniora, 31(1), 1–12. https://doi.org/10.22146/jh.38945
Amir, A. (2018). Nilai budaya Siri’ na Pacce dalam perspektif sosial masyarakat Bugis-Makassar. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 20(3), 321–334.
Anwar, M., & Salim, A. (2020). Interdisciplinary literary criticism in digital humanities. Journal of Literary Studies, 36(4), 245–260. https://doi.org/10.1080/02564718.2020.1807854
Arifin, Z., & Sari, D. (2022). Transformasi sastra dalam media digital: Kajian terhadap perkembangan sastra siber di Indonesia. Jurnal Sastra Indonesia, 11(1), 45–56.
Azis, A., & Rahman, F. (2021). Representasi nilai Siri’ na Pacce dalam karya sastra modern. Sawerigading, 27(2), 187–200.
Barton, D., & Lee, C. (2013). Language online: Investigating digital texts and practices. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203552301
Bennett, A. (2017). Cultural studies and digital media. Cultural Sociology, 11(3), 345–360. https://doi.org/10.1177/1749975517701247
Endraswara, S. (2016). Metodologi penelitian sastra: Epistemologi, model, teori, dan aplikasi. CAPS.
Firdaus, A. (2024). Digital humanities dan perkembangan kritik sastra kontemporer. Jurnal Humaniora Digital, 2(1), 1–15.
Fuchs, C. (2017). Social media: A critical introduction (2nd ed.). Sage. https://doi.org/10.4135/9781473984066
Hidayatullah, F. (2021). Sastra digital dan tantangan pelestarian budaya lokal. Jurnal Bahasa dan Kebudayaan, 10(2), 144–158.
Hine, C. (2015). Ethnography for the internet: Embedded, embodied and everyday. Bloomsbury. https://doi.org/10.4324/9781351277866
Ibrahim, I. S. (2019). Kritik sastra interdisipliner dalam kajian budaya. Jurnal Ilmu Budaya, 7(2), 89–101.
Iswanto, D. (2020). Sastra digital dan transformasi budaya lokal. Jurnal Poetika, 8(1), 23–35.
Jenkins, H. (2016). Convergence culture: Where old and new media collide. NYU Press. https://doi.org/10.18574/nyu/9780814743683.001.0001
Kress, G. (2018). Multimodality: A social semiotic approach to contemporary communication. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315687532
Lestari, P., & Wibowo, A. (2023). Kearifan lokal dalam sastra digital Indonesia. Jurnal Linguistik dan Sastra, 8(2), 134–148.
Mahsun. (2017). Metode penelitian bahasa: Tahapan, strategi, metode, dan tekniknya. Rajawali Press.
Manovich, L. (2020). Cultural analytics. MIT Press. https://doi.org/10.7551/mitpress/11266.001.0001
Nasrullah, R. (2021). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.
Nurhayati, E., & Kurniawan, B. (2020). Multimodalitas dalam sastra digital Indonesia. Jurnal Kajian Media, 4(1), 31–45.
Prasetyo, A., & Nugroho, Y. (2022). Digital literature and local identity construction. Journal of Cultural Studies, 12(1), 55–70.
Rahman, F., & Abbas, H. (2020). Siri’ na Pacce dalam dinamika budaya modern. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 15(2), 201–214.
Rahmat, H., & Yusuf, M. (2022). Local wisdom transformation in digital narratives. Journal of Language and Literature Studies, 18(3), 201–215. https://doi.org/10.1080/17549507.2022.1890214
Ratna, N. K. (2015). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Pustaka Pelajar.
Sari, N., & Putra, D. (2023). Social media and cultural identity representation in digital literature. Humaniora, 35(1), 55–69. https://doi.org/10.22146/jh.v35i1.77821
Setiawan, I. (2021). Sastra siber dan perubahan paradigma kritik sastra. Jurnal Poetika, 9(2), 89–102.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryadi. (2018). Kearifan lokal dalam sastra Indonesia. Jurnal Bahasa dan Seni, 46(1), 1–10.
Thurlow, C., & Mroczek, K. (2019). Digital discourse: Language in the new media. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199795435.001.0001
Ulviani, M. (2024). Bahasa kias dalam sastra daerah di era digital. AIKOMEDIA Press.
Ulviani, M. (2026). Kritik sastra dalam lanskap pendidikan bahasa Indonesia kontemporer: Integrasi semiotika, ekokritik, feminisme, dan transformasi digital dalam pembelajaran. Zenodo. https://doi.org/10.5281/zenodo.19228077
Ulviani, M., & Aba, A. (2026). Transformasi kritik sastra dalam pendidikan bahasa Indonesia: Integrasi feminisme, ekokritik, dan teknologi digital untuk membangun sensitivitas estetik dan kesadaran sosial siswa. Zenodo. https://doi.org/10.5281/zenodo.19975565
Ulviani, M., Rimang, S. S., Haslinda, H., & Amin, S. (2025). Kritik sastra terhadap puisi yang dihasilkan AI oleh siswa SMP Unismuh Makassar. ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra, 3(2), 70–77.
Wibowo, A. (2020). Representasi budaya lokal dalam media digital. Jurnal Komunikasi, 12(1), 77–89.
Yusri, Y., & Darmawati. (2023). Siri’ na Pacce sebagai identitas budaya dalam karya sastra kontemporer. Sawerigading, 29(1), 45–60.
Zainuddin, M., & Akbar, A. (2021). Digital culture and local identity in Indonesian cyber literature. International Journal of Cultural Studies, 14(2), 88–101. https://doi.org/10.1177/13678779211024567
Refbacks
- There are currently no refbacks.



3.png)