Makna Semantik dalam Mantra dan Doa Laut Nelayan Bajau di Pulau Maratua
Abstract
This study aims to analyze the semantic meanings embedded in the sea mantras and prayers of the Bajau community on Maratua Island, Berau Regency, East Kalimantan, and to reveal their ethnolinguistic implications for the belief system and worldview of the Bajau maritime society. This research employed a qualitative approach with an ethnolinguistic design. The data, consisting of sea mantras and prayer utterances, were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, focusing on the identification of semantic fields, the analysis of lexical, connotative, and symbolic meanings, as well as the interpretation of metaphors and natural symbolism from semantic and ethnolinguistic perspectives. The findings reveal five major semantic fields, namely sea and nature, religiosity/Islam, safety, livelihood, and kinship. The Bajau ritual language contains complex layers of meaning through the use of metaphors and natural symbolism, such as the sea as an ancestor, the boat as a home, and water as a symbol of life and blessing. The study also shows a syncretism between Islamic teachings and local traditions in Bajau ritual practices. From an ethnolinguistic perspective, the mantras and sea prayers represent the Bajau cosmology that positions the sea as the center of life, a source of livelihood, a spiritual space, and a symbolic kinship entity that must be respected. This study confirms that ritual language functions not only as a medium of spiritual communication, but also as a representation of cultural identity, value systems, and the ecological relations of maritime communities.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna semantik dalam mantra dan doa laut masyarakat Bajau di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, serta mengungkap implikasi etnolinguistiknya terhadap sistem kepercayaan dan pandangan dunia masyarakat maritim Bajau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnolinguistik. Data berupa tuturan mantra dan doa laut dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan fokus pada identifikasi medan makna, analisis makna leksikal, konotatif, dan simbolik, serta interpretasi metafora dan simbolisme alam berdasarkan perspektif semantik dan etnolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima medan makna utama, yaitu laut dan alam, religius/Islam, keselamatan, rezeki, dan kekerabatan. Bahasa ritual Bajau mengandung lapisan makna yang kompleks melalui penggunaan metafora dan simbolisme alam, seperti laut sebagai leluhur, perahu sebagai rumah, dan air sebagai simbol kehidupan serta keberkahan. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya sinkretisme antara ajaran Islam dan tradisi lokal dalam praktik ritual masyarakat Bajau. Secara etnolinguistik, mantra dan doa laut merepresentasikan kosmologi masyarakat Bajau yang menempatkan laut sebagai pusat kehidupan, sumber rezeki, ruang spiritual, dan kerabat simbolik yang harus dihormati. Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa ritual tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi spiritual, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya, sistem nilai, dan relasi ekologis masyarakat maritim.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ansara, A., Hamid2, I., & Hamid, I. (2023). Huma: Jurnal Sosiologi Volume 2, Nomor 2 (2023). Laut yang Tak (Lagi) Bersahabat: Adaptasi Nelayan Terhadap Perubahann Iklim di Desa Rampa Kabuaten Kotabaru.
Asep Deni, H., Yuniawan Heru Santoso, С., Paharuddin, M., Wayan Gede Suacana, Ms. I., Etin Indrayani Firman Yasa Utama, Ms., Wico Tarigan, M. J., & Eliyah, Ms. (2024). Metode Penelitian Kualitatif.
Astuti, W. O., & Mokodompit, E. A. (2023). Karakteristik Masyarakat Pesisir Suku Bajo di Pulau Wakatobi.
Bahasa, F., Di Desa, B., Perepat, T., Biduk-Biduk, K., Berau, K., Septian, D.,
Hefni, A., Queena, N., & Putri, H. (2022). ADJEKTIVA Educational Languages and Literature Studies (Vol. 5).
Brahmandika Gede. (2025). Bahasa Ritual Bali Sebagai Representasi Identitas Kultural: Pendekatan Antropolofi Linguistik. https://batuahjurnal.my.id/index.php/cjish
Cahyani, M. A., Azis, ;, & Aj, A. A. (2025). Makna Metafora Lirik lagu dalam Album Monokrom Produksi Tulus Company (Pendekatan Metafora Lakoff dan Johnson). Nuances of Indonesian Languages, 6(1), 12. https://doi.org/10.51817/.v6i1.975
Chua, L., Fair, H., Schreer, V., Stępień, A., & Thung, P. H. (2021). “Only the orangutans get a life jacket”: Uncommoning responsibility in a global conservation nexus. American Ethnologist, 48(4), 370–385. https://doi.org/10.1111/amet.13045
Dzikri Rivaldi, M., & Yulifar, L. (2026). Tradisi Labuh Saji dalam Perspektif
Sejarah Kemaritiman di Palabuhan Ratu Sukabumi.
Farawita, R., Queena, N., & Putri, H. (2024). Nilai-Nilai Sosial Dan Budaya Dalam Tradisi Ruwahan di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara (Kajian Antropologi Sastra). In Jurnal Pendas Mahakam (Vol. 9, Issue 3).
Febrianti, F., Huda, N., & Soetomo, U. (2025). Analisis Simbolis Mantra dan Ritual dalam Kesenian Bantengan di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Metalingua, 10(1).
Hermawan, & Budhi. (2026). Harmoni Manusia dan Laut: Tindakan Sosial Masyarakat Suku Bajau dalam Mempertahankan Tradisi Selamatan Leu (Laut). https://doi.org/10.20527/h
Istian Irfan., Hudiyono, Yusak., & Rokhmansyah, Alfian. (2017). Bentuk, Fungsi, dan Nilai Tututan dalam Upacara Adat Biduk Bebandung Suku Bulungan: Kajian Folklor. Jurnal: Ilmu Budaya (Vol.1, No 4).
Iswary Ery, & Thaba Aziz. (2024). Ekolinguistik Fondasi Teoritis dan Penerapannya.
Janah, D. A., & Suryandari, N. (2025). Negosiasi Identitas Perempuan dalam Ruang Budaya Maskulin: Studi Etnografi Paguyuban Reog Putri Sardulo Nareswari, Ponorogo. Jurnal Audiens, 6(4), 630–645. https://doi.org/10.18196/jas.v6i4.722
Kariana Putra. (2025). Komunikasi Ritual dan Nilai Filsafat dalam Upacara Mapag Rare di Dusun Pemunut Kabupaten Lombok Barat. https://e-journal.iahn-gdepudja.ac.id/
Karim, Gisela Nuwa, & Abbdullah Muis Kasim. (2024). Makna Simbolik Proses Ritual Suku Bajo dalam Aktivitas Melaut di Desa Parumaan Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka. Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, Dan Pengajarannya, 3(2), 01–08. https://doi.org/10.55606/protasis.v3i2.160
Karo, M. B., & Perangin-Angin, A. B. (2024). Fungsi dan Nilai Mantra dalam Ritual Upacara Muncang Kuta Suku Karo.
Lakoruhut, V., Wandi, K. S., Yusnan, M., Hasnawi, S., Siful, A., Tambrin, R., Pendidikan, S., Sekolah, G., Universitas, D., & Hasan Bacan, N. (2026). Budaya Bacan dalam Dinamika Sosial Maritim: Nilai Adat dan Tantangan Modernisasi Kepulauan Bacan. Jurnal Penelitian Nusantara, 2(2), 180–190. https://doi.org/10.59435/menulis.v2i2.1036
Mohd Husin, M. S., Abdul Rahman, M. K., & Chetae, M. (2025). Natural Elements in the Mantra of Igal Ritual Theatre Bajau Sabah from an Eco-Criticism Perspective. Environment-Behaviour Proceedings Journal, 10(32), 331–337. https://doi.org/10.21834/e-bpj.v10i32.6765
Mosikolah, J. P., Utami, L. I., Queena, N., Putri, H., Pd, S., & Pd, M. (n.d.). Pengaruh Tradisi Lisan Terhadap Sastra Modern Indonesia Studi pada Pengaruh Cerita Rakyat dalam Karya-Karya Sastra Kontemporer. https://pendidikan.e-jurnal.web.id
Noviatussa’diyah, N., Sugiarti, S., & Andalas, E. F. (2021). Ekologi Budaya Suku Bajau dalam Novel Mata dan Manusia Laut Karya Okky Madasari. Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 15–30. https://doi.org/10.32528/bb.v6i1.3780
Pasaribu, J. H., Trynanda Sianipar, Alpiani Lubis, Jekmen Sinulingga, & Lusiani Sitorus. (2025). Makna Simbolis Upacara Adat Nurun-Nurun Dalam Sistem Kepercayaan Masyarakat Batak Karo. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 7(2), 495–502. https://doi.org/10.29303/kopula.v7i2.7272
Priyono, B. B., Purwantara, S., & Widyastuti, W. (2025). Biosentrisme dan Ekosentrisme: Alternatif Pandangan Filsafat Lingkungan terhadap Krisis Alam di Era Antroposentrisme. Jurnal Filsafat Indonesia, 8(2), 280–290. https://doi.org/10.23887/jfi.v8i2.88217
Purba, J. R., Slippy, J. P., Riset, B., Nasional, I., Jenderal, J., Subroto, G., Selatan, J., & Com, P.-E. (n.d.). Tiba Pinah, Tirual Tolak Bala Orang Bajau di Kabupaten Tojo Una-Una Sulawesi Tengah. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 3(1), 2023. https://doi.org/10.51817/jsl.v1i1.142
Putri, N. Q. H., Sulistyowati, E. D., Saputra, M. J., & Rokhmansyah, A. (2024). Mantra penyambutan kelahiran anak pada ritual belian melas suku Dayak Tunjung. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 7(3), 521–530. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i3.1051
Risdayati, I. P., Riau, U., Armilus, R., Yusuf, Y., Amanda, T., Julius, F., Putra, U. R., Pratama, A., Rahmadani, S., Karolina, A., Riswadani, K., Meynanda, U. R., Sari, V., Hidayat, M. A., & Zelika, U. R. (2025). Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Kosmologi Masyarakat Pesisir :Hubungan antara Manusia dan Alam dalam Perspektif Masyarakat Nelayan Buluh Cina. 5(2). http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajshhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh
Saba, Z., Rijal Syukri, M., Sutarni Arifin, S., Gorontalo, N., Habibie Desa Moutong Kec Tilongkabila Kab Bone Bolango, J. B., Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, P., Teknik, F., & Negeri Gorontalo, U. (2023). Penataan Kawasan Permukiman Ekowisata Suku Bajau Torosiaje Kabupaten Pohuwato. In Jambura Journal of Urban and Regional Planning (Vol. 1, Issue 02).
Saleha, Budiman, & Sukmana. (2025). Karakteristik Mantra di Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang.
Saputra, A., Zulkarnain, & Hendri. (2025). Komunikasi transendental dalam acara ritual “Semah Kapal” di kalangan nelayan: Tinjauan Sistematis. https://doi.org/
Setyaningsih, E. (2023). Peran Kearifan Lokal Suku Bajau di Desa Torosiaje – Gorontalo dalam Menghadapi Ancaman Bencana Ekologis dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Lingkungan Wilayahm Menghadapi Ancaman Bencana Ekologis. Jurnal Ketahanan Nasional, 29(2), 245. https://doi.org/10.22146/jkn.86079
Setyawati, M., & Suwilta, W. (2022). Tuturan Tradisi Lisan Mandi Tolak Bala Suku Bajau Pulau Balikukup Kecamatan Batu Putih Kabupaten Berau Ditinjau Dari Puisi Lama. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies, 5(2), 52–56. https://doi.org/10.30872/adjektiva.v5i2.1616
Shahdan, & Hasnoor. (2025). Simbol dan Makna dalam Mantera Perebutan Masyarakat Bajau Sama di Sabah. Jurnal Melayu Sedunia, 8(1), 169–193.
Subakti, H., Uron, R., & Dua Genoveva, et. al. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif.
Sudrajat, B., Pangestuti, Y., Yasin, R., Salwa Marlvasha, L., Manajemen Bisnis Syariah, P., Sufyan Tsauri Majenang, I. K., & Tengah, J. (2024). Peran Tradisi Gotong Royong dalam Meningkatkan Kejeahteraan Ekonomi Masyarakat di Desa Karangpucung dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 04(02). https://ejournal.stais.ac.id/index.php/trq
Suku Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara Ditinjau dari Bentuk Mantra, T., Budaya, A., Fungsi Syaiful Arifin, dan, & Revina Resfilianda, K. (2022). ADJEKTIVA Educational Languages and Literature Studies Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0) (Vol. 5).
Syafiq, M., Husin, M., Kipli, M., Rahman, A., & Chetae, M. (2025). AcE-Bs2025Bangkok Natural Elements in the Mantra of Igal Ritual Theatre Bajau Sabah from an Eco-Criticism Perspective. https://www.amerabra.org/
Tantowi, Y. A., Syihabuddin, S., & Sudana, D. (2025). Ayat-ayat Hukum dalam Perspektif Metafora Konseptual. Aphorisme: Journal of Arabic Language, Literature, and Education, 6(2), 407–427. https://doi.org/10.37680/aphorisme.v6i2.8720
Tialani, K. T., Indriyawati, L., & Mulawarman, W. G. (n.d.). Makna dan Budaya Masyarakat Berau dalam Prosesi Pinangan (Kajian Etnolinguistik).
Tohirin, & Hartanto. (2023). Ragam Kearifan Lokal Budaya dan Tradisi Lisan.
Wening Hayuningtyas, R., & Yuwana Sudikan, S. (n.d.). Budaya Masyarakat Bajo dalam Novel Mata dan Manusia Laut Karya Okky Madasari (Kajian Interpretatif Simbolik Clifford Geerts). (Vol. 10).
Zaenal Abidin, A. (2024). Dimensi Ritual dan Doa dalam Tradisi Gendang Beleq Kajian Semiotika Komunikasi di Pulau Lombok. In Journal of Education Research (Vol. 5, Number 4).
Zamhari, A., Wandira, A., Merry Puspita, D., Lediwati Munte, T., Ulfa, R., Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, P., & Keguruan dan Ilmu, F. (2025). Perang Ketupa dalam Tradisi Daerah Bangka di Desa Tempilang (Vol. 6, Issue 1). https://ijurnal.com/1/index.php/jkp.
Refbacks
- There are currently no refbacks.



3.png)