DINAMIKA PENGGUNAAN KATA SAPAAN DALAM MASYARAKAT MELAYU JAMBI

Akhyaruddin Akhyaruddin, Priyanto Priyanto, Yusra D, Andiopenta Purba, Arum Gati Ningsih, Lusia Oktri Wini, Rahmawati Rahmawati

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika kata-kata sapaan bahasa Melayu Jambi yang mencakup konteks dan situasi pemakaiannya, jenis dan variannya, struktur bentuk morfologisnya, pola umum pemakaiannya, kekhasan dan keunikannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber datanya adalah masyarakat penutur bahasa Melayu Jambi di Ujung Pasir, Kerinci; Pulau Aro, Sarolangun; Tanjung Agung, Muara Bungo; Selat, Muaro Jambi; Parit Culum, Muara Sabak, dan Jambi Seberang, Kota Jambi. Dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik, data diperoleh dengan teknik wawancara terbuka, catat, dan rekam dan dianalisis dengan metode padan referensial dan metode introspeksi. Hasil penelitian menunjukkan ada 84 pilihan kata sapaan yang digunakan dalam konteks keluarga yang terbagi atas: 5 varian untuk generasi orang tua dari kakek/nenek [+3]; 15 untuk generasi orang tua dari ayah/ibu [+2]; 24 varian untuk generasi ayah/ibu [+1]; 29 varian untuk generasi saudara/ego [0]; 6 varian untuk generasi anak [-1]; 3 varian untuk generasi cucu [-2]; dan 1 varian untuk generasi cicit [-3]. Berdasarkan penjenisannya, ditemukan jenis dan varian kata sapaan istilah kekerabatan 37 varian; julukan 14 varian; nama diri 7 varian; pronomina persona kedua 10 varian; dan nama profesi/jabatan 9 varian. Secara morfologis ada kata sapaan yang bentuk singkat, bentuk utuh, dan bentuk gabung.  Fungsi penggunaannya ada yang baik vokatif maupun deiktis dan ada yang hanya deiktis saja. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semua varian kata sapaan yang bersumber dari kekerabatan digunakan juga secara metafor untuk menyapa atau memanggil kawan bicara yang bukan anggota kearabat. Khusus varian pronomina persona “kayo” dan “kamu” dapat digunakan kepada semua orang dalam semua konteks dan situasi bicara sebagai wujud hormat.

Keywords

Dinamika; varian kata sapaan; bahasa Melayu Jambi

Full Text:

PDF

References

Aditama, V. Y., Syahrul, R., Tressyalina, T., Afnita, A., & Amir, A. (2020). Pengunaan Sapaan Bahasa Kerinci Dialek Jujun. BASINDO : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya,4(1),135–143. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/um007v4i12020p135-143

Akhyaruddin & Setyonegoro et al., (2023). Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Melayu Jambi Berbasis Saintifik. Ranah, Vol. 12(2). https://doi.org/10.26499/rnh.v12i2.6814

Akhyaruddin & Yusra et al., (2024). Pengembangan Bahan Ajar Sastra Melayu Jambi Berbasis Saintifik. Sawerigading, Vol. 30(1). https://doi.org/10.26499/sawer.v30i1.1269

Alwi, H. (2003). ata bahasa baku bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Anisyah, N., Sinaga, M., & Hermandra, H. (2016). Sistem Sapaan Bahasa Melayu Riau Di Sabak Auh Kabupaten Siak Sri Indrapura. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Kegguruan Dan Ilmu Pendidikan, 3(2), 1–15.

Boriri, A. (2022). Sistem Sapaan Kekerabatan dalam Bahasa Galela pada Masyarakat Kecamatan Galela Barat Kabupaten Halmahera Utara. Kredo: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 5(2), 517–528. https://doi.org/https://doi.org/10.24176/kredo.v5i2.6783

Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik : perkenalan awal. Rineka Cipta.

Chaer, A. (2006). Tata bahasa praktis bahasa Indonesia (Dua). Rineka Cipta.

Diyanti, V. (2021). Sapaan Kekerabatan Bahasa Kerinci di Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci. Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 20(2), 248–25. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/bahtera.202.10

Ervin-Tripp, S. (1972). An Analysis of Interaction of Language, Topic, and

Listener (Fishman (ed.)). Reading In Sociology of Language.

Hasan, H. (2021). Pola Penggunaan Sapaan Bahasa Bima. Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 7(2), 470–477. https://doi.org/https://doi.org/10.30605/onoma.v7i2.1302

Husnan, L. E. (2021). SISTEM NAMA PANGGILAN DALAM ETNIS SASAK. Metalingua, 9(1), 87–96. https://doi.org/10.26499/metalingua.v19i1.742

Jannah, M., & Mahmud, S. (2019). Penggunaan Sapaan Kekerabatan dalam Tuturan Masyarakat Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 13(2), 134–158.

Kirk, J., & Miller, M. L. (1986). Reliability and validity in qualitative research (1st ed.). Sage.

Kridalaksana, H. (2013). Kamus Linguistik (Keempat). Gramedia Pustaka Utama.

Mahmud, S. (2003). Sistem sapaan bahasa Simeulue. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Na-sional.

Mahsun, M. S. (2017). Metode penelitian bahasa: tahapan strategi, metode dan tekniknya. Raja-wali Press.

Menjamin, S. (2017). Bentuk Sapaan dalam Bahasa Melayu Dialek Satun, Thailand Selatan. Mabasan. Mabasan, 11(1), 63–68. https://doi.org/https://doi.org/10.62107/mab.v11i1.52

Muhidin, R., & Wardarita, R. (2022). Keunikan Leksikon Kebencanaan Dalam Persepsi Masyarakat Multilingual Sebagai Kajian Morfologis. Mlangun: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan, 19(1), 27–44.

Ngalimun, ., & Harun, M. (2020). Komunikasi Bahasa Jawa dalam bentuk Sapaan Keluarga Transmigrasi di Kalimantan, Indonesia: Communication of Java Language in The Form of Transmigration Families in Kalimantan, Indonesia. PENDETA, 11(2), 108–125. https://doi.org/https://doi.org/10.37134/pendeta.vol11.2.9.2020

Oktariza, D., & Efendi, D. (2022). Nilai Budaya Dalam Ungkapan Idiomatis Bahasa Melayu Jambi Dialek Melayu Bungo Perspektif Antropolinguistik.Aksara,34(1),109–120. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v34i1.524.109-120

Paulina, Y., & Sari, C. N. (2019). Kata Sapaan Dalam Bahasa Rejang Dialek Lebong. Laterali-sasi, 7(1), 44–55.

Puspita, N. (2021). Greeting Words Of Kinship Of Kerinci Language In Siulak Sub-District, Kerinci District, Jambi Province. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(9), 1849–1858. https://doi.org/https://doi.org/10.47492/jip.v1i9.361

Rusbiyantoro, W. (2014). Kesantunan melalui pemilihan kata sapaan dalam Bahasa Melayu Ku-tai: suatu kajian sosiopragmatik. 275–283. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/pras.v0i0.514

Saputra, S., & Amral, S. (2020). Kata Sapaan Kekerabatan Bahasa Melayu Jambi di Desa Teriti Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo. Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1), 80–93. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33087/aksara.v4i1.169

Sari, N., Ermanto, E., & Nst, M. I. (2013). Sistem Kata Sapaan Kekerabatan dalam Bahasa Me-layu di Kepenghuluan Bangko Kiri Rokan Hilir Riau. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 513–520. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/1367-019883

Silangen-Sumampouw, E. W. (1990). Pola penyapaan dalam interaksi verbal dengan latar multi-lingual: studi kasus warga kampus Universitas Sam Ratulangi Manado. Universitas Indone-sia.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Ke-budayaan secara Linguistik. Sanata Dharma University Press.

Susilawati, E., & Omar, A. H. (2017). Makna Sosial Dalam Kata Panggilan: Kajian Etnografi Komunikasi Dalam Komuniti Bahasa Melayu Sambas: Social Meaning In Address Forms: An Ethnographic Study Of Communication In The Sambas Malay Community. Jurnal Pengajian Melayu (JOMAS), 28(1), 85–115.

Temaja, I., & Bayu, G. B. W. (2018). Sapaan Kekerabatan dalam Bahasa Bali. Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(2), 211–220.

Wibowo, R. M., & Retnaningsih, A. (2015). Dinamika bentuk-bentuk sapaan sebagai refleksi si-kap berbahasa masyarakat Indonesia. Humaniora, 27(3), 269–282. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jh.10587

Yusof, M., Harun, K., Mis, M. A., Jaafar, S. R. S., & Baharuddin, R. (2022). Penguasaan Pera-turan Tatabudaya Melayu dalam Komunikasi Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Jurnal Linguistik, 26(2), 080–091.

Yusoff, Y., & Wahab, M. K. A. (2021). Kata Sapaan dan Rujukan dalam Kalangan Masyarakat Banjar Terpilih di Daerah Kerian Perak: Greetings and Reference Words of the Selected Banjar Community in Kerian Perak. International Journal of Language Education and Ap-pliedLinguistics,11(2), 6–22. https://doi.org/https://doi.org/10.15282/ijleal.v11i2.6536

Refbacks

  • There are currently no refbacks.