Dinamika dan Revitalisasi Tradisi Lisan Legenda di Kalimantan Tengah

Maria Arina Luardini

Abstract

Oral tradition is an oral habit, which usually tells about traditional cultures intergeneration. In Kalimantan Tengah ‘Central Kalimantan’ (called as KT), the oral tradition is varied with many objectives, such as entertaining or providing suggestions. Therefore, the oral tradition is not so popular for the younger generations. This article aims to analyze the dynamics and revitalization of oral tradition in the form of legends that existed in KT. In collecting the data, two techniques were applied: direct observation, and in-depth interview for obtaining field notes, pictures, and recordings. Ethic and emic approaches were also applied as some texts or documents consisted, related to, and discussed the legends were used. The data of oral traditions show that legends in KT are actually dynamics based on the types of legends and movements of the speakers. The speakers who own the legends also try to revitalize their cultures through education, religion, and social media. This condition implies that oral tradition should be introduced to young generations, not only through formal situations but also through informal ones, such as in the family or community learning which has been and is being conducted by the Balai Bahasa in some Provinces in Indonesia. 


Abstrak

Tradisi lisan dapat dimaknai sebagai kebiasaan lisan yang dituturkann secara turun-temurun. Di Kalimantan Tengah (selanjutnya disebut KT) terdapat banyak tradisi lisan dengan berbagai tujuan, seperti menghibur atau memberi nasihat. Namun demikian, tradisi lisan belum begitu dikenal oleh generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk mengupas dinamika dan revitalisasi tradisi lisan berupa legenda di KT. Data diperoleh dengan menggunakan dua teknik dalam pengambilan data penelitian, yaitu observasi dan interview untuk mendapatkan catatan lapangan, gambar dan dokumentasi. Pendekatan etik dan emik juga digunakan dalam menganalisis data karena penelitian ini memakai teks-teks dan dokumen yang berisi, berhubungan, dan mendiskusikan tentang legenda. Dari data hasil penelusuran legenda dan kehidupan nyata didapatkan bahwa legenda di KT diklasifikasikan sebagai legenda yang dinamis berdasarkan jenis legenda dan pergerakan penuturnya. Penutur sebagai pemilik legenda pun mempunyai usaha untuk melakukan revitalisasi budaya, yaitu melalui jalur pendidikan, agama, dan media sosial. Situasi ini mempunyai implikasi bahwa revitalisasi tradisi lisan legenda seharusnya dilakukan tidak hanya melalui jalur formal di sekolah, tetapi dapat juga dilakukan melalui keluarga atau pada sekolah/ belajar di komunitas, seperti yang telah dan sedang dilakukan oleh Balai Bahasa di beberapa Provinsi di Indonesia.

Keywords

dynamics; legend; revitalization; oral tradition; legenda; dinamika; revitalisasi; tradisi lisan

Full Text:

PDF

References

Ardhi, S. (2021). Tradisi Lisan Nusantara: Pelestarian dan Perkembangan. Yogyakarta: Berita UGM. ugm.ac.id: https://ugm.ac.id/id/berita/22114-tradisi-lisan-nusantara-pelestariandan-perkembangan/

Danandjaja, J. (2007). Foklor Indonesia. Ilmu gossip, dongeng, dan lain-lain. Jakarta: PT. Pustaka Grafitipers.

Deparsenibud, D. P. (1999). Legenda Rakyat Kalimantan Tengah. Palangkaraya: Depparsenibud Kalimantan Tengah. Palangka Raya: Depparsenibud Kalimantan Tengah.

Depdikbud. (1979). Ceritera Rakyat Daerah Kalimantan Tengah. Palangka Raya: Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Duija, I. N. (2005). Tradisi Lisan, Naskah dan Sejarah. Sebuah Catatan politik Kebudayaan.

https://doi.org/10.17510/wjhi.v7i2.296

Wahana. 7(2). 111-124. https://doi.org/10.17510/wjhi.v7i2.296

Egginz, S. (2004). Introduction to Systemic-Functional Linguistics. London: Longman.

Hamid, S. A. (2019). Distribusi dan Pemetaan Bentuk dan Jenis-Jenis Karya Sastra yang Tumbuh dan Berkembang pada Masyarakat Tutur Bahasa Bugis di Kabupaten Dompu dan Bima. Mabasan. 2(2). 1-18. https://doi.org/10.26499/mab.v2i2.137

Hidayat, M. F., & Fardiansari, E. (2016). Peranan Tradisi Lisan dalam Upaya Pelestarian Lingkungan; Studi Ekologi Budaya Goa Ngerong Rengel Tuban. Makasar. http://research-report.umm.ac.id/index.php/research-report/article/viewFile/597/809:umn.ac.id.

Iper, D. (2009). Cerita Rakyat Daerah Kalimantan Tengah dalam Bahasa Dayak NgajuIndonesia . Palangka Raya: Anugerah Indah Mandiri.

Kramsch, C. (2014). Language and culture. AILA review, 27(1), 30-55. https://doi.org/10.1075/aila.27.02kra

Lisa Krisdayani Sitepu, M. N. (2019 ). Eksplorasi Legenda Selang Pangeran Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia. BASATAKA. 2(1), 58-66. https://doi.org/10.36277/basataka.v2i1.56

Luardini, M. A. (2016). Socio-Cultural Values of Traditional Remote Communities of the Dayak. Asian Culture and History. 2(2), 1-12. https://dx.doi.org/10.5539/ach.v8n2p1.

Luardini, M. A., & Simbolon, M. (2016). Ecolinguistics for Teaching English. The Asian ESP Journal. 14(4), 31-40. https://www.asian-esp-journal.com/aesp-14-issue-4/ .

Luardini, M. A., Sambolinggi, A., Ruari, & Ina. (2013). Studi Kelayakan Komunitas Adat Terpencil di Desa Tumbang Tuwe, Kecamatan Rungan Hulu, Kabupaten Gunung Mas, propinsi Kalimantan Tengah. Palangka Raya: Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah.

Mostowlansky, T., & Rota, A. (2020). Emic and etic. The Cambridge Encyclopedia of Anthropology (eds) F. Stein, S. Lazar, M. Candea, H. Diemberger, J. Robbins, A. Sanchez & R. Stasch., pp. 1-16.

https://doi.org/10.29164/20emicetic

Nagao, A. (2019). The SFL genre-based approach to writing in EFL contexts. Asian-Pacific Journal of Second Foreign Language Education. 4(6), 1-19. https://doi.org/10.1186/s40862-019-0069-3.

Nurhasanah, & Zuriatin. (2018). Tradisi Lisan Dalam Nyanyian Rakyat Pada Masyarakat Tradisional Sambori Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima. EduSociata - Jurnal Pendidikan Sosiologi, 1(1), 33-42. https://doi.org/10.33627/es.v1i2.30

Palmer, G. B. (1996). Toward a Theory of Cultural Linguistics. Texas: University of Texas Press.

Pratiwi, D. R., Indrayani, L. M., & Soemantri, Y. S. (2020). The Analysis of Denotative and Connotative Meaning in Ariana Grande's Song Lyrics: A Semantic Study. ELS Journal on Interdisciplinary Studies on Humanities. 3(2). 231-235. https://doi.org/10.34050/elsjish.v3i2.9994

Sailar, I. (2023, June 12). Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Retrieved from Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai Bentuk Mempertahankan Jati Diri: https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/berita-detail/3935/revitalisasi-bahasa-daerahsebagai-bentuk-mempertahankan-jati-diri

Sukatman. (2009). Butir-Butir Tradisi Lisan Indonesia; Pengantar Teori dan Pembelajarannya. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo.

Sutjaja, I. G. (2023). Folklor Bali dan Jepang: Perbandingan Kisah I Bawang teken I Kesuna dengan Hadiah dari Burung Pipit. Forum FILBA 2023. Universitas Udayana, Denpasar.

Ukur, F. (2004). Makna Religi dari Alam Sekitar dalam Kebudayaan Dayak. Kebudayaan Dayak. Aktualisasi dan Transformasi. Jakarta: Gramedia Widiasara Indonesia.

Wati, E. A. (2023). Tradisi Lisan Sebagai Sumber Sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP Universitas Jambi. 2,(1), 52-59. https://doi.org/10.22437/krinok.v2i1.24049

Refbacks

  • There are currently no refbacks.