Transformasi Dramaturgis Indang Piaman dalam Pertunjukan Teater “Anggun Nan Tongga” Karya Wisran Hadi
Abstract
Kaba "Anggun Nan Tongga" is a Minangkabau folktale, precisely in the Pariaman area. This Kaba tells a story of power struggle and a very complex love affair, then transformed by Wisran Hadi (director and leader of the Bumi Teater group) into a modern theater form. Wisran Hadi interpreted the Kaba "Anggun Nan Tongga" differently, so it can be said that this work is a counter kaba to the traditional kaba. For Wisran Hadi, kaba is not a holy book that cannot be changed. The majority of Wisran Hadi's works rely on kaba as inspiration for the creation of his plays and theater performances, so they are different from the original form. The interesting thing in the theater work "Anggun Nan Tongga" lies in the pattern of three lines on the left, right and back. This pattern is basically based on one of the traditional Minangkabau art forms in Pariaman, called Indang Piaman. This Indang Piaman pattern is then used as an attractive performance spectacle element in motion, as well as dendang (singing) combined with modern western theater dramaturgy. This research method relies on a qualitative method that prioritizes interviews and literature studies. Meanwhile, to answer the research problem, the dramaturgical approach developed by Mary Luckhurst is used. Through this dramaturgy, the theater can be analyzed to see the extent to which the dramatic potential of Indang Piaman is able to make a significant contribution to the spectacle of the theater work "Anggun Nan Tongga" by Wisran Hadi. This research is expected to find various aspects that shape the creation of Indang Piaman's dramatic potential in the theater work "Anggun Nan Tongga".
Abstrak
Kaba “Anggun Nan Tongga” merupakan cerita rakyat Minangkabau, tepatnya di daerah Pariaman. Kaba ini mengisahkan tentang perebutan kekuasaan dan hubungan percintaan yang sangat kompleks, kemudian ditransformasi oleh Wisran Hadi (sutradara dan pimpinan kelompok Bumi Teater) ke dalam bentuk teater modern. Wisran Hadi melakukan penafsiran yang berbeda terhadap Kaba “Anggun Nan Tongga” tersebut, sehingga bisa dikatakan karya ini merupakan kontra kaba terhadap kaba tradisi. Bagi Wisran Hadi, kaba bukan kitab suci yang tidak boleh diubah. Mayoritas karya Wisran Hadi bertolak pada kaba sebagai inspirasi penciptaan naskah drama maupun pertunjukan teaternya sehingga memiliki perbedaan dengan bentuk aslinya. Hal yang menarik di dalam karya teater “Anggun Nan Tongga” terletak pada pola tiga garis yang berada di sebelah kiri, kanan, dan belakang. Pola seperti ini pada dasarnya bertolak pada salah satu bentuk kesenian tradisi Minangkabau di Pariaman, yang disebut dengan istilah Indang Piaman. Pola Indang Piaman ini, kemudian dijadikan sebagai elemen spektakel pertunjukan yang atraktif secara gerak, maupun dendang (nyanyian) yang dipadukan dengan dramaturgi teater modern barat. Metode penelitian ini bertolak pada metode kualitatif yang mengutamakan pada aspek wawancara dan studi literatur. Sementara, untuk menjawab permasalahan penelitian, digunakan pendekatan dramaturgi yang dikembangkan oleh Mary Luckhurst. Melalui dramaturgi ini, teater mampu dianalisis untuk melihat sejauh mana potensi dramatik Indang Piaman mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap spektakel karya teater “Anggun Nan Tongga” karya Wisran Hadi. Penelitian ini diharapkan mampu menemukan berbagai aspek yang membentuk terciptanya potensi dramatik Indang Piaman pada karya teater “Anggun Nan Tongga”.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Darmalaksana, W. (2020). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Desriyanto, D., Zulkifli, Z., & Sahrul, N. (2018). Pemeranan Tokoh Anggun Dalam Naskah Anggun Nan Tongga“Anggun Nan Tongga” Karya Edy Suisno Dengan Pendekatan Akting Randai. LAGA-LAGA: Jurnal Seni Pertunjukan.
Elfira, M. (2016). Representasi Budaya Matrilineal-Maritim dalam Sastra Lisan Minangkabau Kaba Anggun nan Tongga“Anggun Nan Tongga”. In Prosiding Seminar Nasional Sosiologi Sastra Sastra dan Perubahan: Dinamika Masyarakat dalam Perspektif Sosiologi Sastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
Fadila, M., & Naldi, H. (2021). Tamu dan Persiden Karya Wisran Hadi: Kajian Historiografi Tentang Masa Orde Baru dan Awal Reformasi di Minangkabau. Jurnal Kronologi. https://doi.org/10.24036/jk.v3i4.295
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. HUMANIKA. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Fauzi, H., & Sahrul N. (2018). Pembinaan Sastra dalam Pertunjukan indang di Nagari Tandikat Kecamatan Patamuan. Melayu Arts and Performance, 1(2), 163–174.
Fazura, S., & Nerosti, N. (2022). Struktur Indang Tigo Sandiang di Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Sendratasik. https://doi.org/10.24036/js.v11i4.118425
Gunawan, I. (2013). Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik. Jakarta: Pt Bumi Aksara.
H, A., N, S., & Yusril, Y. (2023). Praktik Teater Postdramatik di Indonesia. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya. https://doi.org/10.17510/paradigma.v13i2.1248
Husna, N., & Najmi, N. (2022). Wisata Pendukung Kawasan Wisata Religi Makam Syekh Burhanuddin Di Ulakan Kabupaten Padang Pariaman: Green Talao Park (2020-2022). Jurnal Kronologi. https://doi.org/10.24036/jk.v4i4.527
Ilahi, P. R., Yusril, & Soeryana, D. (2021). Sumpah Suci Anggun Nan Tongga“Anggun Nan Tongga” : Indang Piaman Pada Penciptaan Teater Musikal. GESTUS: Penciptaan Dan Pengkajian Seni.
Indrayuda, I. (2019). Idealisme Seniman Berdampak pada Marginalisasi Kesenian Indang Tradisi. Dance and Theatre Review. https://doi.org/10.24821/dtr.v2i2.3310
Ita Khairani, & Andin Nur Sinaga. (2020). Educational Values in the Kaba Minangkabau Text “Anggun Nan TonggaAnggun Nan Tongga Si Magek Jabang.” Lakhomi Journal Scientific Journal of Culture. https://doi.org/10.33258/lakhomi.v1i1.339
Mubarak, S. (2020). Sejarah Kota Pariaman 1987-2020. Hadharah.
Mulyadi, S., Basuki, A. M. H., & Prabowo, H. (2018). Metode Penelitian Kualitatif dan Mixed Method. Rajawali Pers, Depok.
Niswan, M., Bilada, H., & Sukarelawati, S. (2018). Hubungan Pertunjukan Teater dengan Perilaku Penonton. Jurnal Sosial Humaniora. https://doi.org/10.30997/jsh.v9i2.1381
Nurizzati, & Nasution, M. I. (2021). The Profile of Kaba Si Tungga Manuscript and the Play Script of Anggun Nan Tongga“Anggun Nan Tongga” by Wisran Hadi: An Overview of the Transcription and Transformation of Minangkabau Oral Literary Texts. Proceedings of the 4th International Conference on Language, Literature, and Education (ICLLE-4 2021). https://doi.org/10.2991/assehr.k.211201.031
Nurwani, N., & Martozet, M. (2021). Transformation of Indang Arts: from Dakwah to Prestige and Commodification. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 4(3), 5894-5901.
Prasasti, B. W. D., & Anggraini, P. (2020). Nilai-Nilai Budaya Minangkabau Dalam Naskah Drama Dr. Anda Karya Wisran Hadi. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 16(2), 79-88.
Putri, D. (2016). The Shift of Minangkabau Cultural Values in the Novel Persiden by Wisran Hadi (a Genetic Structuralism Approach). Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Humaniora, 15(2), 120-130.
Rustiyanti, S. (2014). Kesenian Indang: Kontinuitas dan Perubahan. Panggung. https://doi.org/10.26742/panggung.v24i3.122
Salman, I. E. (2022). Hallo Pemberdayaan Masyarakat Melalui Tari Indang Di Nagari Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya. 22(2). https://doi.org/10.24843/pjiib.2022.v22.i02.p02
Subagya, T. (2013). Nilai-Nilai Estetis Bentuk Wayang Kulit. Gelar: Jurnal Seni Budaya. 11(2).
Suherni, S., Sastra, A. I., & Desmawardi, D. (2018). Indang Tigo Sandiang: A Representation of the Education System of the Surau Packaged in the Form of a Performing Art in Padang Pariaman, West Sumatra, Indonesia. Art And Design Studies.
Supardan Dadang Dr. (2012). Pendidikan Multibudaya. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial UPI.
Surahman, S. (2013). Dampak globalisasi media terhadap seni dan budaya Indonesia. LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1).
Wasana, Hidayat, H. N., & Meigalia, E. (2013). Komik Kaba: Alternatif Revitalisasi Sastra Minangkabau. Lingua Idea. 4(2).
Yulinis, Y. (2019). Kecerdasan Budaya Dalam Seni Pertunjukan Nusantara. Kalangwan: Jurnal Seni Pertunjukan, 5(2), 93-98.
Yulinis, Y. (2019). Eksistensi Payung dalam Kebudayaan Minangkabau di Era Globalisasi. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(2), 275-283. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i2.711
Zahari, M. (2017). Kaba: Cerita Klasik Yang Mengandung Kekeliruan dengan Tolok Ukur Abs-sbk. PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, 29(1), 46-61. https://doi.org/10.21009/parameter.291.06
Refbacks
- There are currently no refbacks.



3.png)