Ritual Hape Kleru Gaka Kaju di Desa Tapobali Lembata sebagai Pewarisan Pendidikan Nilai bagi Peserta Didik

Alexander Bala, Yuvenalis Butun, Veronika Genua, Maria Marietta Bali Larasati, Yosef Demon

Abstract

Each ethnic group has local wisdom in interpreting cultural events in their environment. This article discusses the kleru gaka kaju hape ritual in the Wolowutun community, Tapobali Village, Wulandoni, Lembata, East Nusa Tenggara. This ritual is a ceremony of thanksgiving for harvesting Swallow nests. Hape kleru gaka kaju means biting a hanging betel nut. The research problem, namely the means used, the participants involved, the stages of implementation, and the educational values in it. The purpose of his research is to explain the means, participants, stages, and values in the hape klru gaka kaju ritual. The research design uses a qualitative design. Data collection techniques, including observation and interview techniques. Data analysis includes identification, classification, and interpretation of data. The findings of the study indicated that the ingredients used included coal fire, kitchen ashes, coconut shells, agarwood, ginger, cotton fiber, baby corn, areca nut, betel nut, titi corn, coconut shells, red chicken, chicken eggs, brown rice, mayang. coconut, roped bamboo, shell glass, palm sap, plates made of pumpkin, coconut shell spoon; the participants involved were the eldest, youngest, traditional house keepers, tara mortal envoys, representatives of the Tobil tribe and residents present; the implementation includes the stages of picking up ancestral spirits, the stages of hanging areca nuts on wood, the stages of collecting offerings, the stages of receiving blessed water, the stages of sweeping and cleaning the remnants of the tools used; and contain religious values, ecological, nationalism, love for the motherland.

 

Abstrak

Setiap etnik memiliki kearifan lokal dalam memaknai peristiwa budaya yang ada dalam lingkungannya. Artikel ini membahas tentang ritual hape kleru gaka kaju dalam masyarakat Wolowutun, Desa Tapobali, Wulandoni, Lembata, Nusa Tenggara Timur. Ritual ini merupakan seremonial syukur atas panen sarang Walet. Hape kleru gaka kaju berarti menggigit pinang yang digantung. Masalah penelitiannya, yakni sarana yang digunakan, partisipan yang terlibat, tahapan pelaksanaan, dan nilai-nilai pendidikan di dalamnya. Tujuan penelitiannya untuk menjelaskan tentang sarana, partisipan, tahapan, dan nilai-nilai dalam ritual hape kleru gaka kaju. Desain penelitiannya menggunakan desain kualitatif. Teknik pengumpulan data, meliputi teknik observasi dan wawancara. Analisis data meliputi identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sarana yang digunakan, antara lain bara api, abu dapur, tempurung kelapa, kayu gaharu, jahe, serat kapas, jagung muda, pinang, sirih, jagung titi, kukuran kelapa, ayam merah, telur ayam, beras merah, mayang kelapa, bambu bertali, gelas tempurung, nira lontar, piring dari buah labu, senduk tempurung kelapa; partisipan yang terlibat adalah sulung, bungsu, penjaga rumah adat, utusan tara fana, perwakilan suku Tobil dan warga yang hadir; pelaksanaan meliputi tahapan penjemputan arwah leluhur, tahapan menggantung pinang di kayu, tahapan mengumpulkan sesajian, tahapan menerima air berkat, tahapan menyapu dan membersihkan sisa-sisa sarana yang digunakan; dan mengandung nilai-nilai religius, ekologis, nasionalisme, cinta tanah air.

Keywords

ritual; hape kleru gaka kaju; kearifan lokal; sarang Walet

Full Text:

PDF

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. In Syakir Media Press. 1(1). https://doi.org/10.31219/osf.io/juwxn

Atasoge D, A., Sihombing, A. A., & Aran, A. M. (2022). Konstruksi Harmoni Sosial: Ritus Komunal Masyarakat Lamaholot. International Conference on Indonesian Culture Culture for Sustainable Living, 640.

Eilerz, Yosef-Franz. (1995). Berkomunikasi Antara Budaya. Ende: Nusa Indah.

Hasbullah, M. (2020). Hubungan Bahasa, Semiotika Dan Pikiran dalam Berkomunikasi. Al-Irfan, 3, 106–124. https://doi.org/10.36835/al-irfan.v3i1.3712

Hasyim, M. (2008). Faktor Penentu Penggunaan Bahasa Pada Masyarakat Tutur Makassar: Kajian Sosiolinguistik di Kabupaten Gowa. Humaniora, 20(1), 75–88.

Hoed, B. H. (2013). Amnesia Budaya sebagai Gejala Krisis dalam Kebudayaan Indonesia * Oleh Guru Besar Emeritus , Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia 1 . Amnesia Budaya Masyarakat Indonesia dalam sejarah merupakan bagian masyarakat budaya Nusantara. Seja. April, 1–13.

Humaeni, A. (2017). Ritual, Kepercayaan Lokal Dan Identitas Budaya Masyarakat Ciomas Banten. El-HARAKAH, 17(2), 157. https://doi.org/10.18860/el.v17i2.3343

Juanda. (2019). Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat dan Peranannya Terhadap Pembentukan Karakter Siswa. Lingua, 15(2), 161–179.

Khuzaemah, E., & Nurkholidah. (2022). Pemanfaatan Nilai-Nilai Spiritual dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal. Kandai, 34(2). https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.437.181--195

Kriswantara, G., & Perdana, I. 2021. Bahan ajar digital membaca teks cerita rakyat kalimantan tengah bermuatan pendidikan karakter dan literasi Kritis. Sawerigading, 27(2), 191-204.

Mappau, R., & Jemmain, J. (2021). Leksikon Alat Dalam Bahasa Toraja. Sawerigading, 27(2), 261-275.

Najamuddin, N. (2018). Fungsi “Lelakaq” Pada Masyrakat Sasak. El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, X, 51–64.

Pranowo, P., & Susanti, R. (2020). Strata Sosial Masyarakat Jawa Sebagai Bahasa Nonverbal Statis : Kajian Etnopragmatik. Aksara, 32(1), 135–150. https://doi.org/10.29255/-aksara.v32i1.548.135-150

Putra, C. R. W., & Sugiarti, S. (2019). Dinamika Budaya dalam Novel Lanang Karya Yonathan Rahardjo. Atavisme, 22(1), 113–127. https://doi.org/10.24257/atavisme.v22i1.515.113-127

Rumahuru, Y. Z. (2018). Ritual Sebagai Media Konstruksi Identitas : Suatu Perspektif Teoretisi. Dialektika: Jurnal Pemikiran Islam dan Ilmu Sosial, 11(01), 22–30.

Saragih, A. (2007). Bahasa sebagai Semiotik Sosial dan Pembelajaran Bahasa Inggris. Medan Makna, 4, 1–10.

Spradley, P. James. (1997). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Syukur, dkk. (2022). Pengembangan Penulisan Cerpen Berbasis Cerita Rakyat Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Univeristas Halu Oleo. Kandai, 18(8.5.2017), 318–331. https://doi.org/10.26499/jk.v18i2.4549

Taum, Yapi Yoseph. (2011). Studi Sastra Lisan: Sejarah, Teori, Metode, dan Pendekatan. Yog-yakarta: Penerbit Lamalera.

Thompson, B. John. (2005) Filsafat Bahasa dan Hermeneutik. Surabaya: Visi Humanika.

Trika, E., Taula, N., Deli, M., & Allo, G. (2019). Etnografi Kearifan Lokal Toraja. Sawerigading, 3, 61–73. https://doi.org/10.26499/sawer.v25i2.666

Wiratno, T., & Santosa, R. (2014). Bahasa, Fungsi Bahasa, dan Konteks Sosial. Modul Pengantar Linguistik Umum, 1–19.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.